Hari senin yang indah dan matahari masih mengintip disela-sela ranting pohon yang jarang. Anisa datang lebih awal kesekolah karena dapat jadwal piket dan ruang kelasnya masih diselimuti hawa dingin. Anisa duduk dibangkunya dan terlihat
Jumat, 16 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
AMARAH-AMARAH ORANG JALANG
Apakah aku ini seorang musang yang biadab
Atau aku binatang jalang yang tak tahu norma
Padahal yang aku tahu kau lebih hina dariku
Yang kutahu kau itu pelacur-pelacur malam
Aku kotor tapi tak sekotor dirimu
Aku hina tapi tak sehina dirimu
Bahkan angin yang berada di loteng-loteng rumah tahu
Kau lebih bodoh dari keledai yang dungu
Hancurkan saja omong kosongmu
Bangkai saja seakan lebih indah darimu
Nyanyian gagak hitam yang mengiringi pemakamanmu
Yang mati dibekap amarah JIBRIL yang menyiksamu
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Atau aku binatang jalang yang tak tahu norma
Padahal yang aku tahu kau lebih hina dariku
Yang kutahu kau itu pelacur-pelacur malam
Aku kotor tapi tak sekotor dirimu
Aku hina tapi tak sehina dirimu
Bahkan angin yang berada di loteng-loteng rumah tahu
Kau lebih bodoh dari keledai yang dungu
Hancurkan saja omong kosongmu
Bangkai saja seakan lebih indah darimu
Nyanyian gagak hitam yang mengiringi pemakamanmu
Yang mati dibekap amarah JIBRIL yang menyiksamu
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
RIA
Huru-hara yang kilihat
Terasa sangat gembira-ria
Saat kudapat
Hati yang kuinginkan
Begitu lamanya
Hingga akhirnya kau kujerat
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Terasa sangat gembira-ria
Saat kudapat
Hati yang kuinginkan
Begitu lamanya
Hingga akhirnya kau kujerat
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Sabtu, 26 November 2011
GELORA
Waktu bergerak lambat
Kulihat dan kulihat
Masih tetap lambat
Tak kuasa kuingin dekap
Rasa gelora di dalam dada
Terselubung dan tak kunjung dapat
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Kulihat dan kulihat
Masih tetap lambat
Tak kuasa kuingin dekap
Rasa gelora di dalam dada
Terselubung dan tak kunjung dapat
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Rabu, 05 Oktober 2011
LORONG-LORONG HATI
Menembus akal sehat yang tak kunjung reda
Matamu
Semakin melucuti jati diriku
Membawamu ke lorong-lorong hati
Dan saat matamu
Melihat aliran aliran darahku tak reda memanggil namamu
Ada sayang yang mekar di lorong hati
Untukmu
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Matamu
Semakin melucuti jati diriku
Membawamu ke lorong-lorong hati
Dan saat matamu
Melihat aliran aliran darahku tak reda memanggil namamu
Ada sayang yang mekar di lorong hati
Untukmu
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
BERAKHIR SUNYI
Saat bait-bait sajak menari diatas kertas ini
Semua yang terjadi bukan mimpi
Bukan sekedar ilusi
Tapi suci dan murni akal sehat yang terjadi
Masih melayang tanpa arti
Dan semua berakhir sunyi
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Semua yang terjadi bukan mimpi
Bukan sekedar ilusi
Tapi suci dan murni akal sehat yang terjadi
Masih melayang tanpa arti
Dan semua berakhir sunyi
Oleh : Fahmi Fajar Meidiansyah
Langganan:
Postingan (Atom)